Budaya Mengaji Yang Hampir Hilang.

 



Hari ini baru saja memulai mengaji, setelah sekian lama kami tinggalkan aktivitas tersebut. Sehingga kami pun bermaksud menulisnya dalam blog ini. Budaya mengaji, mengaji bukanlah hanya sebagai budaya, ia adalah anjuran agama, menuntuk ilmu bisa didapatkan dari apapun jalanya, mengaji, bersekolah, mendengarkan ceramah, sampai mengamalkan ilmu adalah mengaji juga. Kebiasaan tersebut bukanlah hal yang jarang, terutama bagi kalangan muslim, kegiatan mengaji adalah aktivitas mengkaji, dan menuntut ilmu, orang diwajibkan untuk menuntut ilmu, bahkan tugas tersebut tidak ada batasnya.

Untuk lingkungan pedesaan seperti di kami, mengaji adalah hal yang biasa, seperti lagu film si doel: “kerjaanya sembahyang mengajii” jadi ngelagu ya!. walaupun tidak seluruhnya seperti itu. Bahkan di pedesaan aktivitasnya lebih dari itu. Pengajian di perkampungan tidak ubahnya kajian-kajian seperti masyarakat perkotaan, di lingkungan kami pengajian rutin dilaksanakan dibagi berdasarkan tiga tipe umur: pengajian khusus orang dewasa laki-laki biasanya di laksanakan ketika malam hari satu minggu satu kali, lalu pengajian orang dewasa perempuan dilaksanakan satu kali satu minggu di sore hari.

Pengajian selanjutnya yang rutin dilaksanakan adalah bagi anak-anak, waktunya lebih lama, dalam satu minggu, hampir full 6 hari adalah waktu mengaji. Dan jamnya selalu dari habis maghrib sampai isya atau lebih. Nah sebenarnya ada tingktan selanjutnya yaitu pengajian bagi remaja, antara tingakat sekolah pertama sampai menengah atau juga sampai tingkat universitas. Hanya saja, ditengah aktivitas yang padat, untuk jaman sekarang ini, pengajian pengajian tersebut sudah semakin pudar.

Banyak sekali pengajian-pengajian ba’da magrib yang semakin berkurang dikalahkan oleh TV, Gedget, dan tongkrongan tongkrongan kami. Pengajian adalah tempat bagi kami dahulu bersama-sama bertemu dengan teman-teman, dan membaca Al Qur’an. Lambat laun, kebiasaan tersebut menjadi budaya. Hampir disetiap pedesaan setidaknya akan ditemukan masjid-masjid yang penuh dengan suara lantunan ayat-ayat al Qur’an.

Menuntut ilmu adalah kebutuhan bagi setiap muslim, dari ia lahir sampai ia meninggal, orang-orang dahulu bahkan mengaji sampai usia mereka memasuki senja, dan tidak ada rasa bosan, semoga kita semua juga diberikan semangat untuk selalu menuntut ilmu. SEMANGAT!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB X - 1

PERTEMUAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB XI - 1 & 2 (SEBELAS SATU DAN DUA)