pengaruh lingkungan terhadap kehidupan manusia
Kamis, 11 Jumadil Awal 1446 H/ 14 November 2024 M, 04.39
Selamat pagi debuhider yang terhormat, semoga hari ini kita semua senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT dan dimudahkan segala urusan kita masing-masing. Pagi hari ini debuhiter sudah mencuci baju yang dari hari kemarin di rendam, biasanya debuhiter rendam dulu sebelum dicuci, namun karena seringnya malas, jadinya cucian menumpuk dan terendam lebih lama dan alhasil jadi apek dan bau. Sungguh kebiasaan yang harus segera di tinggalkan. Kebiasaan merendam baju terlalu lama menurut saudara-saudara debuhiter bisa merusak baju, memang debuhiter agak sedikit hawatir kalau terlalu lama di rendam baju jadi cepat pudar dan mudah robek.
Nah untungnya bajunya gak lebih dari satu hari kok di rendamnya, paling bau apek sedikit dan bisa di atasi dengan menggunakan sabun cuci yang agak mengandung wangi, jadi bisa dikurangi efek baunya, dan ditambah kalau cuciannya dijemur sampai kering biasanya baunya berkurang, lain cerita kalau cuacanya sedang hujan, sulit untuk menjemur jadi cucian cepat apeuk, dan baru bisa kering dua sampai tiga hari kalau di jemur di luar, nah untuk solusinya dari debuhiter coba pembaca semua gunakan ruangan yang suhunya agak hangat seperti di ruangan kamar, serta terakses cahaya lampu, buat deh jemuran sementara bisa dari bambu atau jemuran biasa, dengan cara tersebut cucian lebih mudah kering walau di musim hujan, jadi keinget kalau dulu jaman masih lampu neon alias lampu pijar, sering tuh jemur pakaian basah kalau musim hujan, lampu pijar untuk ayam itu punya sifat hangat yang lebih banyak jadi, cucian semisal kaos kaki yang jaman-jaman sekolah dulu paling males dicuci, sama seperti sepatu worior, jadi gak terlalu basah.
Solusi mengeringkan lain kalau lihat film upin ipin di episode dimarahi cek guk besar, katanya di simpan di belakang kulkas, tapi debuhiter belum pernah mencoba cara tersebut, karena pertama kulkas itu harganya mahal, kedua kalaupun bisa space nya tidak sebanyak kalau di hangatkan di depan tungku perapian kalau di sunda di sebutnya hau, sambil bakar bubuy lamuru nah nunggu hujan reda untuk sekolah sepatunya agak agak di keringkan gitu, walaupun jadinya agak sedikit kotor karena kena abu. Kembali ke kisah cucian pagi ini, hawatir juga kalau baju baru di satukan dengan baju lama yang sama-sama di rendam di satu ember, takut kalau warnanya jadi cepat pudar dan bahannya jadi cepat rusak, apalagi kalau bajunya masih baru.
Dari cerita satu ember rendaman baju itu, jadi keingat soal lingkungan, lingkungan tempat kita berada itu mempengaruhi kita, mempegaruhi cara pandang dan prilaku kita, kalau semisal baju baru yang direndam berbarengan dengan baju yang lain, tidak akan memandang apakah baju itu baru atau lama, kalau di rendam di tempat yang sama disatu ember yang sama, akan mempengaruhi masing-masing, baju barupun akan tetap bau. Lingkungan yang mengelilingi itu juga akan membentuk kita. Tidak memandang seberapa besar pengaruh kita, berasal dari keluarga seperti apa, ketika kita masuk kedalam suatu lingkungan, maka kita menjadi satu komunitas yang satu dengan yang lain saling mempengaruhi, dari hal tersebut, kita pun punya status yang sama, yaitu bisa mempengaruhi orang lain, maka jadilah manusia yang mempengaruhi prilaku orang lain menuju hal yang baik, karena tanpa disadari, prilaku kita itu akan diingat, dilihat, dan di cerna, baik secara sadar ataupun tidak sadar oleh orang yang berinteraksi dengan kita.
Jadilah agent of change orang yang menyampaikan pesan pesan perubahan dari cara dan tingkah laku kita, walaupun sekecil apapun, walaupun hal tersbut tidak terlintas sedikitpun akan menjadikan perubahan, karena seiring waktu berjalan, apa yang kita sebut hal sia-sia pada akhirnya akan menemukan ujung dan bentuk akhirnya. Dahulu pada awalnya tiktok adalah aplikasi yang banyak dihujat orang, begitu kira-kira debuhiter membaca di komentar para netizen di salah satu akun tiktoker, lambat-lambat lima tahun kemudian akun-akun serta tokoh tokoh berpengaruh mulai menggunakannya, dan akhirnya aplikasi tersebutpun menemukan bentuknya di tahun 2024. Kisah semacam itu adalah perubahan kecil dan pengaruh yang tidak dirasakan yang semakin diakui dengan bertambahnya waktu dan berproses menemukan manfaat-manfaat didalamnya.
Begitupun aktivitas yang kita kerjakan hari ini tidak memiliki nilai, tapi berharap saja semoga di akhir nanti menemukan bentuknya yang lebih bernilai dan dibutuhkan oleh masyarakat banyak juga. Karena itu setiap kebiasaan kita dan aktivitas harian kita haruslah senantiasa positif, serta berdoa memohon taufik dari Allah SWT agar diberikan keistiqomahan untuk menjalankannya, karena keberhasilan itu kadang juga bersifat komunal, artinya saling tumpuk menumpuk, satu prilaku yang kita buat tidak dapat berpengaruh, boleh jadi orang lain yang terpengaruh akan melanjutkannya, dan tujuan dan bentuk akhirnya di selesaikan oleh orang lain. Walaupun bukan kita yang terkenal, namun orang lain, pada hakikatnya, hal tersebut adalah hasil dari proses yang berantai dan saling berhubungan.

Komentar
Posting Komentar