Keberkahan dan Ketentraman dari harta kita



Senin, 30 Jumadil Awwal 1446 H/ 02 Desember 2024 (16.14)

Selamat beraktivitas debuhider dimanapun berada. Dihari senin sore ini sebagian dari kita mungkin ada yang sedang istirahat dan berehat sejenak setelah seharian dipenuhi kegiatan bekerja ada yang baru datang dari pekerjaan seharian. Namun yang terpenting semoga dengan lelah yang kita dapatkan bernilai ibadah. Tidak terhitung betapa pahala yang besar bagi seorang muslim yang bekerja. Suami yang berjalan dari rumah menuju ladang nafkahnya. Ataupun seorang pemuda maupun pemudi yang dengan semangatnya bekerja untuk masa depannya dengan niat yang ikhlas dan tulus dan sebagai ladang pahala bagi dirinya.


Seorang yang bertakwa dipagi hari berikhtiar sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada kita sebagai hambanya yang diperintahkan untuk menyebar dimuka bumi. Mencari pengharapan dan rizki yang telah di sebarkan bagi umatnya yang mau berusaha. Seekor burung pipit yang pada saat pagi tak ada satu bulir bijipun di tenggorokannya. Berjuang terbang keluar, mencari rahmat Allah, lalu kembali di sore hari dengan kantung yang telah terisi makanan. Adalah contoh betapa makhluk makhluk yang kecil pun berjuang dengan segala kekurangan dan kelebihan serta potensi masing-masing. Dan bulir bulir tersebutlah yang menumbuhkan generasi generasi setelahnya. Anak anak burung yang kegirangan mendengar getaran sarangnya. Pertanda sang induk datang dengan kantung mulut penuh makanan. 


Dalam renungan setiap muslim yang sedang kelelahan mencari karunia Allah itulah. Ada keberkahan keberkahan yang telah banyak terbukti nyata, bukan lah kegelisahan yang banyak yang tak sedikitpun menentramkan bagi para pelaku kejahatan. Yang kian kemari semakin marak dimuka bumi. Seandainya mereka hendak bersabar dengan kehidupan dan karunia Allah yang seharusnya di dapat dengan cara yang halal, ia dapatkan dengan cara haram. Walaupun begitu mudah, tetapi hakikatnya tak membawa ketentramana bagi dirinya dan bagi orang lain. Disetiap suapan nasinya ia terbayang bagaimana harta itu ia dapatkan. Sementara orang yang telah di dzaliminya pastilah bersedih.


Suatu ketika seorang juru hikmah berkata pada si fulan. Mengapa lebah lebah itu begitu dikagumi. Bahwa dari perut perutnya lah, madu madu yang beraneka ragam rasanya di hasilkan. Maka tidaklah madu itu didapat kecuali dengan cara yang baik. Lebah lebah itu tidak merusak keelokan bunga. Ia datang dan pergi dipagi hari hanya pada bunga yang mekar. Semerbak harumnya. Lebah lebah itu adalah kita. Para pekerja pencari rezeki. Sementara bunga bunga yang semerbak itu adalah ladang rezeki. Tidak lah harta yang baik di dapat kecuali dari ladanga ladang yang semerbak. 


Maka wajar tidak ada kebaikan dalam suatu perkara yang buruk semacam perjudian. Dan harta harta yang didapat dengan cara yang haram. Pernah debuhiter membaca status seorang kawan di Whatapss. Orang kita itu lebih takut pada makanan haram. Dari pada pada penghasilan yang haram. Bukan begitu jelas bahwa hal yang sudah pasti menjadi milik kita tidak akan menjauh dari kita. Sesuatu yang bukan jadi milik kita. Dikejar sejauh apapun tak dapat disentuh sejengkalpun. 


Takdir baik dan buruk wajib di imani. Tawakal dan Ikhtiar wajib di jalani. Muslim yang pandai akan senang mencari keberkahan. Dalam harta hartanya ada keridoan yang berlipat lipat. Al Quran mengatakanya adh'afal mudho'afan. Satu tidak bernilai satu. Dua tidak bernilai dua. Satu bercabang berkahnya menjadi bercabang cabang dari satu sumber hartanya ada yang jadi hak orang tak berada, setelah keluarga dan orang tuanya. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB X - 1

PERTEMUAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB XI - 1 & 2 (SEBELAS SATU DAN DUA)