pantas saja mundur, tiga sikap ini di tinggalkan oleh orang islam
selamat malam debuhiter, dalam sejarahnya orang islam telah ikut andail dalam membentuk perkembangan teknologi, dan ilmu pengetahuan. Namun pada perkembanganya kita masih saja tertinggal dari umat lainnya. Lalu apabila di telisik lebih dalam pantaslah kita mundur sangat jauh ke belakang disebabkan tiga hal yang kita lupakan
Berebut kekuasaan adalah hal yang menjauhkan dari kemajuan
Kemajuan tidak akan tercapai kecuali jika suatu bangsa ataupun umat terikat oleh satu ikatan kebersamaan dan persatuan. diantara hal yang menimbulkan perpecahan dan pertentangan adalah saling berebutnya kekuasaan. Perebutan kekuasaan akan menyebabkan suatu umat saling berbeda-beda, bertengkar dan saling menyalahkan merasa yang satu berhak atas satu kekuasaan dan yang lain tidak pantas. Munculah benih benih permusuhan yang menyebabkan pertentangan dan konflik yang menjerumuskan umat tersebut pada kemunduran. Bagaimana tidak! Ketika orang lain sibuk memperbaiki diri, kita sibuk menghujat dan menuruntkan martabat saudara sendiri.
Umat yang lemah lembut dan menghargai perbedaan pedapatlah yang justru akan maju, mengupayakan kemufakatan melalui jalan musyawarah, tidak menghadik tetapi mengarahkan, membimbing dalam persatuan dan saling bahu membahu, sebagaimana satu tubuh jika yang satu sakit yang lain ikut merasakan, tenggang rasa dan empati yang diutamakan, bukan pertentangan yang berujung pertumpahan senjata, yang justru merugikan diri sendiri.
Akibat kehancuran yang ditimbulkan justru sangatlah panjang, bukan lah satu atau dua tahun, dampak kehancuran begitu masif, membangun kembali peradaban adalah hal yang sulit, jadi memelihara dan mensyukuri segala yang didapat adalah hal yang harus ditanamkan dalam diri seorang muslim
Qanaah dan Disiplin telah jauh dari prilaku sehari-hari
Kita kadang tidak puas dengan pemberian yang didapatkan, kita telah jauh dari sifat yang di contohkan para pendahulu kita, yang ikhlas dan ridho. Biarpun begitu menerapkan sifat qanaah dalam kehidupan sehari-hari bukan pula perkara mudah. karena sifat tersebut menuntut standar yang kerelaan diri. Serta cukup itu terkadang bersifat personal antara satu orang berbeda dengan yang lainnya. Ada pepatah dan kalimat lelucon yang sangat menggelitik. hidup itu yang penting cukup, cukup ketika butuh, cukup ketika ada, cukup ketika ingin.
Qanaah akan merujuk pada sifat disiplin, karena kedisiplinan akan terwujud apabila kita sudah bersifat cukup. Disiplin adalah sifat yang sangat bagus, seorang pernah berkata pada pemimpin tiongkong, apakah yang menyebabkan negara anda begitu maju? Rahasia tersebut pun diungkakan, wahai fulan bukan karena waktu yang kami punya, setiap orang dibekali waktu yang sama, bukan pun sumberdaya alam serta harta kekayaan, karena hal itu pun bisa di usahakan, namun sifat telaten disiplin dan keuletanlah yang menyebabkan negeri ini maju.
Disiplin dan beintegritas adalah cerminan sifat qanaah, seorang pejabat tidak akan menerima maupun mengambil yang bukan haknya jika dalam dirinya terlah terpatri sifat kesederhanaan, serta menghargai akan kepercayaan, disiplin menjaganya dengan selalu bersifat jujur dan tidak mencontohkan sifat-sifat buruk.
Disiplin pun yang menyebabkan suat bangsa dihormati, dijepang orang-orang tidak membuang sampah sembarangan, dan begitu teratur, ketika kita disiplin orang akan segan kepada kita, karena kekuatan tidak selalu ditunjukan dengan kebesaran peralatan canggih yang di buat, besarnya senjata yang digunakan ataupun ribuan tentara yang dimiliki, diseganinya suatu bangsa juga karena sifat dan tatakramanya, negeri indonesia yang indah ini pun dikenal karena keramahan orang-orangnya
Pandai menahan amarah dan mudah memaafkan
Sudah jelas bahwa balasan orang yang mampu menahan amarah adalah surga, tidak cukupkah kita menyadari betapa besar padilahnya, namun banyak dari kita yang menghiraukannya. umat yang pandai menahan amarah dan memiliki sifat pemaaf adalh ciri bangsa yang maju. tidak menunjukan ke-eluannya serta bersifat dipertengahan. Umat yang pemaaf akan tercermin dari pribdai-pribadi umatnyanya yang pandai menahan amarah. Tidak emosional serta mengutamankan sifat tasamuh dan memaafkan, saat kita marah kita tidak langsung saling menghakimi. Jika emosi di bakar tidak langsung menghujat dan memainkan peran seolah olah kita lah yang benar.
Pandailah setiap orang harus mengintrospeksi diri masing-masing, karena ketika amarah memuncak kalang kabut lah antara mana yang salah dan mana yang benar. Ketika emosi di tinggikan justru merusak persaudaraan, dan umat yang maju senantiasa menjunjung tinggi sikap pemaaf. Banyak hal yang merugikan datang karena ketidak mampuan kita mengontrol emosi dan amarah, persaudaraan bisa pecah karena emosi, kekeluargaan bisa memudar karena emosi, serta persatuan sulit di gapai jika amarah yang senantiasa di unggulkan.
Umat yang besar tidak melulu karena persenjataan yang besar, tapi umat yang mampu menahan amarah nya, serta menjunjung sikap pemaaf. Kadang jalur perundingan menjadi solusi yang lebih mendatangkan resiko dari pada perselisihan.

Komentar
Posting Komentar