Hikmah Disebalik Musibah
Selasa, 11 Ramadhan 1446 H
11 Maret 2025 M, 04.31 Pagi
"Sebagaimana ketika kita diuji dengan kekurangan sebenarnya Allah pun menguji manusia dengan kelebihan."
Dan ketika ujian datang dengan kekurangan. Maka hendaknya seorangpun harus bisa bersabar dengan ujian Allah berupa kelebihan. Yang tentunya lebih berat, dalam kelebihan kita sering merasa jumawa. Karena Ilmu, karena harta dan karena keahlian kita. Disanalah letak bagaimana seorang manusia menjadi lebih bermakna diantara manusia sebagai hubungan sesama manusia. Dan sebagai hamba yang senantiasa haruslah lebih bijaksana dan menambah ketakwaan kita.
Ketika diuji dengan kekurangan seorang harus bertakwa dan berasabar. Pasrah akan segala takdir yang telah dicatatkan untuknya. Musibah serta cobaan adalah takdir yang telah ditetapkan bagi setiap hamba baik yang muslim maupun tidak. Apalagi bagi seorang yang beriman haruslah diyakini dengan penuh kesungguhan hati. Bahwa semua yang telah terjadi harus tetap di terima dengan 100% ikhlas. Serta menyerahkan segala sesuatu kepada Allah sepenuhnya.
Ketika kekurangan harta maka kita harus terus tawakal, kekurangan sehat harus pun terus tawakal. Sebab segala sesuatu datang dari Allah untuk kita dapat mengambil hikmah yang tersembunyi dari nya. Kekurangan bagi seorang hamba yang bertakwa adalah Bentuk ujian kesabaran. Dan segala bentuk ujian pada hakikatnya akan meningkatkan derajat seorang Dihadapan dirinya, orang lain, serta dihadapan Allah SWT.
Dengan terus berjalannya waktu segala ujian akan berujung pada pemahaman akan hakikat ujian tersebut dan berujung pada hikmah yanh yang dapat kita petik. Mengambil hikmah serta pelajaran dari suatu kejadian ibarat kita sedang memancing di keruhnya air. Ikan tersebut tak tampak rupanya, tidak tahu bentuknya, tidak kita kenali jenisnya. Namun saat mata panjing kita lemparkan, lalu terpancing seekor ikan, mulailah pancingan itu bergerak gerak, dan kita yakin kan itu ada. Sama seperti Ujian tersebut lambat laun seperti gerakan pancingan kita, kita sedikit demi sedikit tahu ada hikmah dibalik ujjan. Yang bentuknya belum kita ketahui.
Ketika pancingan itu kita angkat, nampaklah ikan yang sudah kita dapatkan. Lambat lambat kita menyadari ujian yang telah Allah hadirkan hari ini, kita Dapatkan jawabannya dikemudian hari.
Bersabar dan terus menempuh prosesnya, karena proses adalah jalan panjang dalam pencarian seluruh Hakikat ujian, disepanjang proses tersebut kita lambat laun menyadari akan Nikmat yang Allah berikan, nikamat tersebut terwujud dalam hal hal yang melengkapi kekurangan kita, ujian kekurangan harta kita tahu betapa Nikmat memiliki sahabat yang dengan suka rela memberikan bantuan tanpa pamrih. Pun demikian ujian akan kekurangan sehat, kita menyadari betapa niknat diberikan keluarga yang dengan penuh keihklasan menyerahkan waktunya untuk merawat kita. Itulah tanda tanda betapa disebalik kekurangan diri kita masih ada banyak kelebihan dari apa yang di berikan Allah namun tidak kita Sadari. Hanya menunggu waktu sampai hidayah Allah datang kepada kita.
Hidayah dan Kepasrahan adalah bentuk dari rasa iman yang kita harapkan. Karena sejatinya saat ujian itu datang Allah senantiasa ingin kita lebih baik dalam berpandangan. Hakikat kita sakit dan sembuh juga atas kehendak allah. Dibatengi dengan ikhtiar dan doa yang tak pernah putus dari semua orang. Pun demikian ujian itu menimpa kita juga kita tahu, saat ujian itu hilang kita pun tak ada pengetahuan didalamnya. Menyerahkan urusan tersebut sepenuhnya kepada ALLAH sambil terus berdoa berikan bimbingan hidayah dan jalan keluar atas segala masalah yang datang.
Ujian berat maupun ringan sepatutnya pun bukab atas penilaian pribadi. Serahkan segala Urusan itu kepada Nya semata. Semoga Allah menjaga seluruh amal baik yang kita niatkan. Dan memberikan keistiqomahan untuk menjalakan syariat sayariatnya.

Komentar
Posting Komentar