Bulan Haji 2025 segera tiba, persiapkan diri dengan memahaminya





Ibadah Haji merupakan rukun islam yang ke lima. Dari lima bagian yang menjadi kewajiban setiap muslim untuk dilaksanakan, haji menjadi penyempurna rukun islam. Dalam urutan rukun islam, ibadah haji diposisikan terakhir, mengapa haji di tempatkan dibagian paling ujung, apakah ada kaitannya dengan besarnya jumlah biaya yang harus di keluarkan oleh seorang jamaah haji?.

Haji menurut bahasa berarti mengunjungi, sedangkan menurut istilah haji berarti menyegaja mengunjungi kabah yang ada di baitullah mekah untuk melaksanakan serangkaian ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah haji wajib dikerjakan oleh seorang muslim satu kali seumur hidup, dengan ketentuan dilaksanakan oleh orang yang mampu dalam menunaikannya. Syarat mampu disini perlu di garis bawahi, karena mampu bagi seseorang untuk melaksanakan ibadah haji berkaitan juga dengan kemampuan dirinya untuk membayar semua biaya-biaya yang diperlukan selama melaksanakan rangkaian ibadah tersebut di tanah suci Mekah Al-Mukarromah.

Biaya-biaya yang dimaksudkan bagi seorang yang telah memiliki niat untuk melaksankan rukun ke lima dalam islam itu, termasuk segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan sebelum keberangkatan, ketika dalam pelaksanaan, serta setelah sesorang muslim pulang dari melaksanakan ibadah tersebut. Selain berkaitan dengan biaya, menunaikan ibadah haji juga tidak lepas dari kesanggupan kondisi tubuh untuk melaksankan setiap rangkaian-rangkaian pelaksanaanya, yang tidak akan terlepas dari penopang utamanya yaitu kesehatan. Baik sehat secara jasmani maupun rohani.

Ibadah haji mensyaratkan tubuh yang prima, karena rangkaian ibadahnya merupakan bentuk ibadah yang mensyaratkan kondisi fisik yang fit. Rangkaian rangkaian ibadah haji begitu banyak ditambah lagi kondisi lingkungan yang sudah pasti berbeda dibandingkan dengan di Indonesia. Mekah adalah daerah yang berada diantara gurun pasir, dengan suhu rata-rata harian 30 - 45 derajat selsius. Selama puncak ibadah haji, mekah berada pada puncak suhu musim panas. Tentu dapat dibayangkan dengan jumlah jamaah yang datang ke sana, serta suhu yang tinggi ditambah lamanya pelaksanaan ibadah haji, kondisi tubuh kita akan semakin di peras. Belum dengan ujian kesabaran selama disana, antara jamaah yang tidak semuanya dikenal, dan berasal dari penjuru masing masing dunia serta watak dan karakternya masing-masing, sehingga membutuhkan kelapangan serta saling memahami antar sesama.

Menyimpulkan dari sumber informasi lainnya, rangkaian ibadah haji meliputi:

Miqot

Miqot artinya mengambil tempat untuk berihram. Tempat yang dimaksud bisa bermaksan tempat maupun waktu. Seorang yang akan melaksanakan ibadah haji ketika hendak memulai ibadah maka diawali dengan berniat ihram pada waktu dan tempat yang ditentukan. Berkaitan dengan Miqot bermakna tempat (makani) maka jamaah haji akan berniat melaksanakan haji di tempat yang telah di tentukan sesuai dengan tuntunan yang telah di Ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagai contoh Bagi penduduk madinah tempat untuk berihram hajinya di Dzul Hulaifah (Bir Ali). Adapun bagi jamaah haji indonesia di sesuaikan dengan gelombang keberangkatan.

Miqot bermakna waktu (Zamani) adalah waktu yang di syariatkan seorang jamaah haji untuk mulai berihram. Karena ibadah haji adalah ibadah yang sudah di tetapkan ketentuan waktunya.

 

Tawaf Qudum

Tawaf artinya mengelilingi ka’bah. Tawaf qudum adalah tawaf yang dilaksanakan oleh jamaah haji ketika pertama kali datang ke kota mekah sebagai bentuk penghormatan

Sai

Berlari lari kecil antara bukit safa dan marwah, ibadah sai merupakan pengambaran akan perjuangan siti Hajar yaitu ibunda Nabi Ismail ketika hendak mencari air bagi Nabi Ismail yang kala itu keduanya baru ditempatkan di Kota Mekah atas perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim a.s. Dari sa’I ini setiap jamaah harus memahami setiap urgensi ibadah, dan pemahaman mendalam tentang setiap rangkaian ibadah haji, sebagaimana sa’I menyadarkan kita akan keikhlasan dan keta’atan dua Hamba Allah SWT, menerima dan melaksanakan setiap perintah Allah SWT, serta kisah yang mengakhiri perjalanan Siti Hajar setelah berlelah dan bersabar mencarikan Air bagi putra, dengan datangnya pertolongan Allah SWT, berupa munculnya mata air Zam-zam di sebelah telapak kaki nabi Ismail, zam-zam yang berarti berkumpul, mengisyaratkan makna air ini yang begitu penting, mengambarkan kegembiraan Seorang Ibunda yang hendak memberikan air terhadap buah hati yang dicintainya. Air yang sampai sekarang terus mengalir keluar di tanah suci Mekah.

Wukuf

Wukuf berasal dari kata bahasa Arab yang berarti diam. Pada puncak ibadah haji seluruh jamaah haji akan melaksanakan wukuf pada tanggal 9 Dzuhijjah, berdiam diri dan berkumpul di padang Arafah wajib dilaksanakan oleh seluruh jamaah haji, dan bila wukuf tertinggal maka Hajinya tidak sah. Wukuf menjadi pembeda haji dengan Umroh, dan merupakan Titik terpenting dalam Pelaksanaan Ibdah Haji. Bagi kaum muslimin yang tidak berhaji maka di Sunahkan berpuasa pada saat jamaah haji sedang berwukuf. Waktu pelaksanaannya dimulai dari Tergelincir matahari di tanggal 9 Dzuhijjah sampai terbit fajar di Tanggal 10 Dzuhijjah, selama wukuf setiap jamaah haji di anjurkan untuk memperbanyak ibadah diantara rangkaian ibadah nya adalah:

1. Mendengarkan khutbah wukuf

2. Melaksanakan shalat jamak Qasar Taqdim Dzuhur dan Asar

3. Membaca AlQuran dan Shalawat

4. Membaca Talbiyah dan Istigfar

5. Serta ibadah-ibdah lainnya yang mampu mendekatkan diri kita kepada Allah SWT

Wukuf adalah esensi ibdah haji, dari wukuf ini kita belajar akan kerendahan serta rasa kebutuhan kita akan Pertolongan dan Maha Rahim nya Allah, wukuf juga menjadi waktu untuk berintrospeksi merenungkan akan hakikat kehidupan sebagai Manusia untuk beribadah, menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri kedepannya serta sebagai gambaran di kumpulkannya manusia di padang mashar

 

Bermalam di Mudzalifah

Setelah seorang jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah maka mereka akan bergegas menuju mina, Selama masa waktu perjalanannya para jamaah akan bermalam terlebih dahulu di Muzdalifah sambil mengumpulkan batu kerikil untuk melaksanakan Jumroh di Mina

Melempar Jumroh

Perjalanan ibadah kembali berlanjut untuk melaksanakan rangkaian ibadah Jumroh yaitu melempar batu kerikil pada Jamarat. Jumlah Jamarat ada tiga seuai dengan Nama Jumroh Yaitu, Ula , Wustho dan Aqobah. Pelaksanaan Ibdah Jumroh pada Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah dan Pada hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Tahalul

Setelah seorang Jamaah menyelesaikan Jumroh maka dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur sebagain rambut. Lalu bertahalul sebagai pertanda berakhirlah masa ihram.

 

Tawaf Ifadah

Jamaah yang telah kembali dari Jumroh akan kembali memasuki Masjidil Haram dan melaksanakan Tawaf Ifadah. Dilanjutkan dengan Sai kembali.

 

Kembali Kemina untuk melaksanakan Jumroh

Dalam beberapa kondisi dimana kepadatan Jamaah haji di Masjidil haram yang membeludak sehingga diperkirakan tidak mungkin untuk melaksanakan Thawaf ifadah maka jamaah haji bisa kembali kemina untuk memulihkan diri serta, menyempurnakan kembali ibadah Jumroh, sambil memperiapkan diri untuk melaksanakan Thawaf Ifadah

 

Tawaf Wada

Seluruh rangkaian ibadah haji akan ditutup dengan malaksanakan Tawaf sebagai bentuk perpisahan dengan ka’bah. Tawaf wada dilaksanakan sebagaimana tawaf lainnya hanya saja tidak mengenakan Baju Ihram.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTEMUAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB X - 1

PERTEMUAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB XI - 1 & 2 (SEBELAS SATU DAN DUA)