bencana hidrometeorologi
Rabu, 10 Desember 2025
Sebelum menutup hari dipenghujung bulan di tahun 2025. Terimakasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan menghabiskan tahun 2025. Betapa banyak orang yang perjalanannya telah berakhir di tahun ini, sementara kebnayakan dari kita masih lalai dalam memaknai hari. Semoga senantiasa kita diberikan kekuatan mengisi sisa sisa waktu dengan kebaikan.
Apakabar debuhider sudah lama tidak bersua di blog ini. Masing masing dari kita punya kesibukan masing-masing, dunia penuh kesibukan ya!!. Sampai juga kita dipermulaan hari rabu, pukul 05.16 pagi. Sebelum beraktivitas kembali mari sama-sama merekap satu tahun ini, sebenarnya tidak ada hal yang istimewa dengan tahun ini, seperti hal nya tahun-tahun yang sudah lama berlalu, lima tahun itu seperti hari kemarin. Bila melihat ke belakang, serasa Covid-19 itu baru terjadi, Begitu juga istilah waktu berjalan cepat.
Jika kita merekap tahun dan tidak ada yang istimewa lalu apa yang akan kita bahas ditulisan pagi ini?. Tidak lain mungkin tulisan yang sama yaitu gado-gado. Apa saja dibahas!.
Dimulai dari yang ter-kini berita akhir tahun 2025 ini kita dikejutkan dengan banyaknya bencana Alam yang menimpa negeri Indonesia tercinta. dari sumatra hingga ke pulau jawa, mungkin dibelahan lain masih ada kejadian yang tidak kita ber-isikan. ko berisik sih? Bukan hendak kita mengecilkan apa yang terjadi. Tentu jika kita merasakan apa yang terjadi akan lain cerita. Bukan! Semoga apa yang terjadi di sana menjadi pengingat bagi kita, serta keluarga-keluarga di sana di berikan ketabahan. Namun berbicara ketabahan rasanya begitu menggetarkan, bukankah ujian datang kepada mereka yang siap! dan keimana disana mungkin lebih besar dari yang kita kira. Ornag-orang yang kuatlah yang menerimanya. Berkaca pada apa yang terjadi, berisik bisa diartikan menjadi dua.
pertama orang berisik karena ada sesuatu, sesuatu yang agak-agak! bukan hendka kita bicara politik pada tulisan ini, ini hanya sekedar debu yang terbang, penulis ingin meraihnya namun sulit dijabarkan debu tersebut amatlah rumit, jika kita tidak membuka hati dengan lebar-lebar mungkin sulit kita mencernanya, namun alangkah baik jika kita sama-sama memperbaiki diri. Allah SWT berfirman dalam AlQuran tidaklah kerusakan di muka bumi ini kecuali hal tersebut atas perbuatan tangan-tangan kita sendiri. Begitu satirnya ungkapan ini, sindiran paling halus.
Tangan kita yang rakus dan tangan kita yang menyepelekan. Semoga kita diampuni atas segala hal yang kita bersalah atasnya.
kedua ada berisik yang disembunyikan bukan karena tak ingin berusara, ada berisik yang hanya didengar dalam bisikan-bisikan kalbu, sumringan di dalam kalbu yang hanya bisa di baca pada mereka yang tau, ini tentang sedikit ujian dan tidak semua orang mengerti dan penulis sendiri pun tidak paham apa isinya, sebagian orang diam bukan karena tidak ingin ada bantuan, sebagian yang hanya bersembunyi namun menggantungkan segalanya pada yang menghendaki ini terjadi. Terimakasih karena dari merekalah kita belajar tentang hal yang tidak bisa kita pahami.
Namun demikian apa yang kita dengar apa yang kita lihat tidak selalu menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi, negeri ini sedang dilanda hening, saat air-air bah di akhir tahun menggerus hutan hutan yang sulit untuk diberisikan, Allah menampakan apa yang tidak mampu kita sembunyikan, semoga pembelajaran dan ketabahan itu menjadi pengingat dan introspeksi akan kebencanaan di negeri kita yang rentan. dengan bencana hidrometeorologi, serta semakin memperbaiki kesalahan jika masih ada hal-hal yang perlu kita perbaiki.
BERTAQWA KEPADA ALLAH!
Komentar
Posting Komentar