Kita Menanam dan Menuari
Sabtu, 13 Desember 2025 04:58 Pagi
Subuh dihari sabttu pagi ini sudah hampir terlewat 1 Jam. Didepan laptop dari hari kemarin debuhiter utak-atik cari-cari tanaman untuk dipelihara. Rencana nya ingin di tanam di halaman depan, walaupun halaman depan nya juga gak ada. Sudah jadi kebiasaan abad 21 ini, cari sesuatu tinggal scrooling intenet, cari sana-sini di toko Shopee. Dengan kata kunci bibit pohon tamana. Muncul beberapa jenis pohon yang direkomendasikan toko online tersebut, tapi kebanyakan pohon pohon seperti tabebuya dan tanaman hias lainnya serta tanaman buah-buahan seperti anggur apel alpukat dan lainnya.
Menurut debuhiter tidak semua tanaman cocok masuk list tanaman di halaman, walaupun tanaman berjenis buah-buahan ingin sekali ditanam, cuma pilihan akhirnya jatuh pada tanaman dengan daun lebat, penulis sendiri tertarik dengan pohon jaitun. Ditoko tersebut ada yang juah bibit jaitun, tanaman khas dari timur tengah itu ternyata ada juga yang menjual di Indonesia. Tapi belum tahu apa bisa tumbuh dan berbuah. Menurut google tanaman jaitu sebenarnya bisa di tanam di Indonesia meski iklim dna suhu di negara kita yang jauh berbeda dari iklim panas kering di negara arab di sana.
Jaitun adalah pohon dengan umur yang panjang, tetapi sepertinya tidak terlalu rindang, namun tertarik dengan umur panjangnya. Seperti menanam sejarah. Terdengar keren kalau kita nanam di tahun 2025. Tidak sampai disana debuhiter cari-cari lagi sepertinya tanaman yang cocok di halaman depan rumah itu tanamank khas jawa barat, kebetulan penulis sendiri ada di jawa barat, Sukabumi. Apa cari tanaman khas endemik sukabumi saja, walaupun gak paham apa itu endemik. Yang muncul pohon kihantap.
Nah dihari sabtu ini setelah berselancar di media sosial dan toko online, ketemu juga ketertarikan dengan pohon yang endemik berdaun lebat atau engga jaitun. Cuma belum beli karena keputusannya belum pas beli yang mana, intinya masih mencari, jadi kapan nih bisa nanamnya.
Komentar
Posting Komentar