Mempersiapkan dengan Mantap
Kamis, 25 Desember 2025: 10:30 Pagi
Selamat pagi debuhider. Selamat berlibur. Penulis sendiri sedang hari libur dari kegiatan. Sehingga bisa berkesempatan kembali menulis di blog yang tertimbun rasa malas. Alhamdulillah pagi menjelang siang ini. Cuaca mulai kembali cerah. Sudah hampir dua hari matahari bersinar terik. Kamis ini cahaya kuning terpantul dari lantai halaman. Ditambah. Cerahnya padi yang sudah dibolak balik dari pagi tadi.
Desember mendekati detik akhir. Menurut hitungan syamsiah Kamis ini hari ke 24 dibulan terakhir tahun 2025. Kurang lebih 5 hari lagi tahun akan bertambah satu angka. Sementara hijrah menghitung waktu menuju Ramadhan. Ini Rajab hari ke 4.
Desember selain bulan hujan. Kalau di sini bulan berujung ber istilah adalah bulan bar-ber-ber. Istilah ini merujuk pada suara suara yang biasa di dengar ketika hujan dan angir yang silih berganti mengihiasi langit dibulan bulan ini. Jadi dibulan desember ini adalah waktu yang paling nyaman tidur malam. Karena banyak ditemani gemericik air hujan dan embun malam yang terhembus angin yang jatuh dari dedaunan memukul genting. (Waallahuallam bishiwab)
Selain bar-ber suara kilat angin dan hujan yang turut memberikan nyenyaknya tidur. Juga hujan yang datang adalah tanda Rahmat Allah kepada umat manusia. Desember juga ditandai dengan desir angin yang menggesek dedaunan. Membuat gemuruh bak badai dari bambu bambu. Angin angin ini akan membuat pucuk bambu berjuntai Juntai. Mematahkan dahan dahan bambu yang tua. Serta menyambut tunas tunas bambu muda muncul kepermukaan. Didaerah penulis dikenal dengan nama Iwung. Sedap kalau di masak.
Angin ini pula lah yang biasa menemani pecinta Kolecer baling baling yang mendorong batang bambu menjuntai ke belakang. Dan ujung dangdayang akan memecut ditambah kombinasi suara gemuruh dari baling baling kayu Kolecer akan semakin membuat sahdu suasananya. Namun yang paling sahdu lainnya adalah jika menghitung sedikit kedepan. Akhir musim angin ini ada di awal bulan yang mulia Ramadhan.
Tidak heran bagi pecinta Kolecer. Akan secara sadar mempersiapkan batang batangnya sampai dangdayang ya jauh jauh hari sebelum musim angin itu tiba. Bahkan sebagian ada yang mencarter tempat sebelum didului yang lain. Namun menurut penuturan orang tua penulis. Orang dulu memiliki kebiasaan unik. Yaitu akan merawat batang batang bambu Kolecer dan mencabutnya segera setelah musim angin berakhir. Mereka akan menaruhnya di belakang rumah. Agar tidak terkena air dan panas berlebih. Sehingga banyak batang tersebut akan terawat. Dan bisa dipergunakan kembali ditahun berikutnya. Sebuah kebiasaan yang luar biasa. Karena selain menghemat tenaga juga lebih efisien dan juga tanda kesederhanaan dalam menyikapi sebuah permainan.
Sebenarnya ada hikmah yang luas dari permainan ini. Selain suatu permainan dan hobi sebagai pelepas penat. Jika melihat bagaimana sebuah kolecer di persiapkan. Ini menggambarkan kesabaran dan kerja keras. Serta optimistis. Sifat ini pulalah yang patut kita terapkan dalam kehidupan sehari hari. Serta sikap memperispkn itu juga yang bisa kita teladani dalam mempersiapkan diri menuju Ramadan.
Rajab dan Syaban adalah bulan mempersiapkan diri menuju syaidul sayhr. Kita mempersiapkan batang batang dan perbekalan dalam mengisi Ramadhan selanjutnya dibulan ini. Namun demikian tidak berarti kita menghusukan amalan amalan tertentu didua bulan tersebut. Karena hakikat kita mempersiapkan saja. Tanpa menambah nambah.
Debuhider. Ada hal yang patut kita jadikan pelajaran dalam mempersiapkan diri menuju bulan yang Mulia Ramadhan.
Pertama. Puasa adalah amalan yang melatih kita menahan diri dari hal hal yang membatalkan. Puasa melatih kesabaran dan keikhlasan. Tidak ada orang yang tahu kita berpuasa atau tidak. Kecuali diri kita sendiri. Menjaga puasa adalah menjaga kejujuran yang sangat tinggi. Karenanya balasannya juga adalah ketaqwaan.
Kedua. Puasa adalah ibadah yang ditopang dengan jasmani yang sehat. Karenanya orang yang sakit sampai tidak sanggung berpuasa diperbolehkan tidak berpuasa. Dan menggantinya dihari hari selain di bulan Ramadhan.
Persiapan persiapan tersebut juga berkaitan dengan hutang hutang puasa yang belum ditunaikan hendaknya di tunaikan segera sehingga apabila kita memasukinya Kita sudah dengan persiapan yang mantap.

Komentar
Posting Komentar