Puisi Hari Selasa
Puisi hari selasa
Debuhiter~
Ini hari selasa Di hari selasa tanggal sembilan bulan ke 12 tahun 2025
Apagunanya kata berubah. Jika kemudian kita tetap sama
Setelah hari senin mendengar kabar duka. 2 penggawa perpulang ke hadirat Nya
Tak boleh kita meratap. Agama melarangnya
Hanya kenang jasa semoga di Tempatknya lebih utama
Dua tempat hancur satu lagi penuh Haru
Semoga kuat dan Allah kuatkan
Ditempat lain. Direlung relung hati. Dipagi kurang beberapa menit dari pukul lima
Merenung tentang diri
Semoga harapan yang paling Diinginkan dapat diraih
Menggenggam iman dan Taqwa yang sebenar.
Darimana?
Mungkin dari niat kita. Padahal semua berawal dari gertasan hati
Apa shalat yang harus diperbaiki
Karena ia tiang agama. Baik ia baikpula langkah selanjunya.
Ini bukan ironi. Tapi akhir tahun 2025. Kita harus kembali introspeksi
Siapa yang patut disalahkan.
Sebenarnya jika kita berkaca pada cermin yang jernih
Mari sama sama bertanya. Bukankah dia yang sudah menjadi pelakunya.
Pada diri yang serupa dan sama
Bentuk muka dan wajahnya tidak ada yang berbeda
Semua harus bercermin. Kita tak patut saling menyalahkan. Tidak pantas saling berdebat
Jika kita masih punya nurani.
Mungkin persatuanlah yang paling mungkin
Dari setiap kemungkinan
Mungkin itu satu jawaban
Mungkin puisi ini berakhir
Ditengah meja ditemani kopi
Pahit tanpa gula.
Sekian.
Komentar
Posting Komentar