UBAN PERTAMA DI TAHUN 2026
Rabu, 10 Rajab 1447 H/ 31 Desember 2025, 05:54 WIB
Dari Zaman Ke Zaman
Dari zaman ke zaman bukan satu istilah biasa, frasa sederhana ini menggambarkan bagaimana waktu membawa satu generasi berganti dengan yang lain. Dunia ini fana, karenanya tidak ada yang abadi dari satu hal pun yang pernah hadir di dunia. Contoh kecil penulis ambil dari ibrah dari cerita sederhana, coba tanyakan para tetuah desa, mereka yang benar-benar mengenal nama-nama kampuang di desa debuhider, disini ada satu kampung tepatnya lembur kecil yang telah ditinggal pergi, bukan karena misterius hilang begitu saja melainkan karena zaman membawanya berubah, ketika pertanian masih menjadi komoditas utama, penduduk akan memilih tempat yang paling dekat dengan lahan pertanian, bermunculan bangunan di daerah ladang perbukitan, satu persatu rumah menyusul berdiri, sampai kemudian sudah bisa di sebut satu kampung kecil, walau jauh dari perkotaan, saat kumandang adzan bergema menyuruh penduduknya turun melaksanakan ibadah jumat, suara kohkol dan bedug secara otomatis mendorong turun dari perbukitan menuju masjid jami terdekat, walaupun tidak bisa di sebut dekat.
Waktu memasuki babak baru, listrik mulai datang, karena jarak terlalu jauh, serta komoditas pertanian berganti menjadi industri, kebutuhan terhadap pendidikan dan akses kesehatan, membuat sebagian rumah bergeser turun mendekati akses paling mudah, sedikit demi sedikit kampung tersebut berganti generasi, dan tersisa puing dan pondasi rumahnya saja. Begitu zaman ke zaman mempergantikan diantara umat. Pembelajaran tentang zaman lainnya datang dari Google Maps, aplikasi peta digital ini senantiasi diperbaharui, dan kita bisa melihat jejak-jejak digital tersebut memperliahtkan zaman berganti zaman, ada rumah yang sudah berganti pemilik, lahan yang berganti bagungan, serta jalanan yang berganti pemerintahan. Semua nyata mengatakan, satu benda tidak mungkin selamanya menjadi kepunyaan kita.
Kamis, 8 Januari 2026
Siang hari yang terik. Sembari mengiringi rambut yang sedang dipotong satu persatu jatuh menuju lantai kayu. Tidak ada yang lebih berkah melainkan menemukan hikmah yang begitu luar biasa. Pengingat yang sebenarnya etah bagaimana begitu saja sehelai uban yang tumbuh itu ditemukan. Hati mengertak. 2026 Allah ingatkan kita tentang Waktu. Oh betapa banyak yang tersia-siakan. Dan uban itu telah banyak bercerita menyampaikan pesan yang begitu halus. Hai Fulan sampai kemanakah engkau selama ini. Bagaimana Amalmu bagaimana persiapan dirimu. Kepala mu sudah diingatkan. Yang selama ini menjuntai hitam. Menjadi mahkota yang kau pandangi didepan cermin. Telah memutih. Apakah engkau tau bahwa setiap umur ada pertanggungjawabannya. Ya Allah ampunilah kami.
Kelalaian paling sering kita lupakan adalah waktu dan umur kita. Sampai kemana diabiskan di manfaat kan bagaimana membawamu sejauh ini. Apakah di isi dengan kebaikan. Atau di lumuri dengan hitam pekat dosa dosa. Mulailah instrospeksi di tahun ini Amalmu pebaiki pengingat ini kau telaaah lebih lebih. Bukankah ia yang kau banggakan itu akan melemah pada akhirnya. Mari sama sama memperbaiki amal ibadah kita , taqwa kita serta mempersiapkan pebekalan untuk perjalanan yang lebih panjang.

Komentar
Posting Komentar